WELCOME TO RIRIEN BLOGG body { background:$bgcolor url(http://lamanweb.com/gambar.jpg); color:$textcolor; font:x-small "Trebuchet MS", Trebuchet, Verdana, Sans-serif; font-size:small; text-align:center; margin:0; }

Rabu, 01 Mei 2013

ANTIEMESIS


ANTI EMESIS ( MUNTAH )
Pengertian Muntah
Muntah adalah keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Isi muntahan dapat berupa cairan bercampur makanan atau cairan lambung saja. Muntah pada anak sering menimbulkan kecemasan bagi kita. Hal tersebut sangat wajar karena muntah yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) yang merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak.
Mekanisme Terjadinya Muntah
Muntah terjadi melalui mekanisme yang sangat kompleks. Terjadinya muntah dikontrol oleh pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat (otak) kita. Muntah terjadi apabila terdapat  kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pusat muntah kemudian dilanjutkan ke diafragma (suatu sekat antara dada dan perut) dan otot-otot lambung, yang mengakibatkan penurunan diafragma  dan kontriksi (pengerutan) otot-otot lambung. Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam perut khususnya lambung dan mengakibatkan keluarnya isi lambung sampai ke mulut.
Beberapa kondisi yang dapat merangsang pusat muntah di antaranya berbagai gangguan di saluran pencernaan baik infeksi (termasuk gastroenteritis) dan non infeksi (seperti obstruksi saluran pencernaan), toksin (racun) di saluran pencernaan, gangguan keseimbangan, dan kelainan metabolik.
Penyebab Muntah
Muntah adalah salah satu gejala dari suatu penyakit. Banyak penyakit pada anak yang dapat menyebabkan muntah. Sebagian besar muntah pada anak disebabkan gastroenteritis virus. Namun tidak mudah bagi orang tua untuk mengetahui penyebab muntah secara pasti. Oleh karena itu periksakan anak anda ke dokter untuk mengetahui penyebab muntah (diagnosis) dan penanganannya di rumah.
Berikut ini adalah kemungkinan penyebab muntah pada anak :
  • Gastroenteritis akut
  • Food poisoning
  • Stenosis pilorik
  • Apendisitis akut
  • Obstruksi intestinal (penyumbatan saluran penceranaan)
  • Penyebab muntah lainnya: migrain, sakit kepala, flu, ISPA, meningitis, tumor kepala, cedera kepala, dan lain-lain (masih banyak penyebab muntah yang tidak bisa saya sebutkan secara detail)
                                       
Perlukah Obat Anti Muntah?
Menghentikan muntah bukanlah tujuan utama penanganan muntah. Muntah merupakan gejala dari suatu penyakit. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui penyebab muntah (diagnosis) dan memberikan terapi sesuai dengan penyebabnya. Sebagai contoh, apabila terjadi obstruksi (penyumbatan) saluran pencernaan diperlukan tindakan bedah.
Pada keadaan infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis) dan keracunan (makanan, bahan kimia, dan lain-lain) muntah sebetulnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Melalui muntah, tubuh berupaya mengeluarkan berbagai racun yang terdapat dalam lambung.  Mekanisme pertahanan tubuh yang alami tersebut serupa dengan yang terjadi pada diare.
Oleh karena itu, muntah pada anak yang disebabkan gastroenteritis dan keracunan makanan tidak dianjurkan untuk diberikan obat anti muntah.  Selain itu, belum terdapat bukti klinis yang cukup kuat yang mendukung efektivitas obat anti muntah pada gastroenteritis akut. Bila anda bermaksud memberikan obat antimuntah, diskusikan masalah tersebut dengan dokter anda.
Obat anti muntah dapat diberikan pada kondisi tertentu seperti muntah yang disebabkan kemoterapi. Apabila penyebab muntah tidak diketahui maka tidak dianjurkan untuk memberikan obat anti muntah.
Penanganan Muntah di Rumah
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah apabila anak anda muntah:
  • Tetap tenang dan jangan panik.
  • Jangan memberikan obat muntah tanpa anjuran dokter. Diskusikan dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya bila akan memberikan obat muntah.
  • Posisikan anak pada posisi telungkup atau miring (miring ke kiri atau ke kanan) untuk menghindari isi muntahan masuk ke saluran napas.
  • Perhatikan tanda-tanda dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi dapat terjadi apabila anak muntah terus-menerus. Dehidrasi yang berat dapat mengancam nyawa.
  • Tetap berikan cairan.  Pemberian cairan (minum) sangat penting untuk mencegah anak dehidrasi. Apabila anak menolak, tetap bujuk anak untuk minum. Untuk Bayi, bila anda masih menyusui, berikan ASI.  Dokter mungkin akan menambahkan cairan elektrolit (oralit). Bila bayi anda mendapatkan susu formula, dokter mungkin akan menggantikan sementara susu formula dengan oralit selama 12-24 jam pertama, atau menganjurkan untuk memberikan susu formula yang 2 kali lebih encer dibandingkan susu formula yang biasa diberikan. Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan air, air bercampur gula (1 sendok teh gula dalam 120 ml air), dan oralit. Berikan cairan dalam jumlah sedikit-sedikit tapi sering (1 sendok teh tiap 1-2 menit). Apabila toleransi anak baik (tidak muntah lagi), tingkatkan jumlah cairan secara bertahap. Apabila anak tetap muntah, tunggu 30-60 menit terhitung sejak muntah terakhir, lalu berikan 1 sendok teh cairan tiap 1-2 menit. Pemberian cairan dalam jumlah sedikit namun frekuensinya sering relatif lebih mudah ditoleransi anak dari pada pemberian dalam jumlah banyak sekaligus.
  • Modifikasi pola makan. Hindari pemberian makanan yang padat/keras dan berlemak karena makanan tersebut relatif lebih lama dicerna dan dapat merangsang muntah.
Kapan Harus Ke Dokter?
Periksakan anak anda ke dokter apabila :
  • Usia anak < 6 bulan
  • Usia anak > 6 bulan dan suhu badan > 38,5°C
  • Terdapat tanda dehidrasi
  • Muntah berlangsung lebih dari 8 jam atau muntah menyembur
  • Muntah bercampur darah
  • Muntah berwarna kehijauan
  • Buang air besar bercampur darah
  • Belum buang air kecil dalam 8 jam terakhir
  • Anak menelan benda beracun/berbahaya
  • Leher anak kaku
  • Anak tampak lemah
  • Muntah disertai nyeri perut
  • Muntah disertai perut kembung dan tegang
OBAT ANTIMUNTAH
A.    Definisi Obat Antimuntah
Obat  antimual adalah zat-zat yang berkhasiat menekan rasa mual dan muntah. B.     Pengolongan
Berdasarkan mekanisme kerjanya dapat dibedakan enam kelompok ssebagai berikut :
1.      Antikolinergik
Kelompok ini obat yang digunakan yaitu skopolamin dan antihistamin (siklizin, meklizin, sinarizin, prometazin, dan dimenhidrinat). Obat- obatan ini efektif terhadap segala jenis muntah, dan  banyak digunakan pada mabuk darat dan mual kehamilan (antihistaminika) efeknya berdasarkan sifat antikolinergisnya dan mungkinjuga blokade reseptor H1 di CTZ.

2.      Antagonis Dopamin
Zat-zat ini hanya efektif pada mual yang diakibatkan oleh efek samping. Mekanisme kerjanya melalui perintangan neurotransmisi dari CTZ ke pusat muntah dengan jalan blokade reseptor dopamine.
         Propulsive (prokinetika) : metoklopramida dan domperidon banyak sekali digunakan. Pada dosis tinggi, metoklopramida menimbulkan efek-efek antikolinergis lebih kuat daripada neuroleptika.Alizaprida  (litican) menghambat refleks muntah secara sentral dan bersifa  anksiolitis.
         Derivate fenotiazin : proklorperazin dan thietilperazin (torecan).
         Derivate butirofenon : haloperidol dan droperidol terutama digunakan pada muntah-muntah akibat gangguan neurologis dan setelah pembedahan.

3.      Antagonis
Contoh obatnya antara lain: granisetron, ondansetron, dan tripisetron. Mekanisme kerja kelompok zat agak baru ini belum begitu jelas, tetapi mungkin karena blokade serotonin yang memicu refleks muntah dari usus halus dan rangsangan terhadap CTZ. Terutama efektif selama hari pertama dari teraapi dengan sitostika yang bersifat emetogen kuat, juga pada radioterapi.

4.      Kortikosteroida
Contoh obatnya deksametason ternyata efektif untuk muntah-muntah yang diakibatkan oleh sitostatika. Mekanisme kerjanya tidak diketahui. Pengunaannya sering sekali bersamaan suatu antagonis serotonin.

5.      Benzodiazepine
Mempengaruhi system kortikal/limbis dari otak dan tidak mengurangi frekuensi dan hebatnya emesis, melainkan memperbaiki sikap pasein terhadap peristiwa muntah. Terutama lorazepam ternyata efektif sebagai pencegah muntah.

6.      Kanabinoida
Contohnya antara lain : marihuana, THC. Efektif pada dosis tinggi untuk sitostatika.


A.    Mekanisme Muntah
1.      Mabuk Darat (motion sickness)
Penyebab utama mabuk darat adalah pertentangan antara informasi yang disalurkan oleh organ keseimbangan otak disatu pihak dan informasi dari indera-indera lain di lain pihak. Khususnya menyangkut pertentangan antara mata dan indera perasa, yang sebetulnya harus bekerja sama dengan organ keseimbangan (labirin).
 Obat-obat pencegah antara lain :
  Siklizin untuk perjalanan singkat (sampai 4 jam)
  Meklizin dan skopolamin untuk perjalanan sampai 16 jam
  Dimenhidrinat dan prometazin sangat efektif, tetapi efek sampingnya menyebabkan kantuk (sedatif)
  Obat yang sangat efektif adalah kombinasi dari sinarizin 20mg + domperidon 15 mg (tauristil)
2.      Muntah Kehamilan (morning sickness)
Jenis muntah ini biasanya terjadi antara minggu ke-6 dan ke-14 dari masa kehamilan akibat kenaikan pesat dari HCG (Human Chorion Gonadotropin). Gejala-gejala pada umumnya tidak hebat dan hilang dengan sendirinya, maka sedapat mungkin jangan diobati agar tidak mengganggu perkembangan organ-organ janin.
Pada kasus yang hebat sebaiknya diberikan:
  Siklizin 3 dd 50mg
  Meklizin 1 dd 12,5-25mg
  Proklorperazin 2 dd 25mg
  Vitamin B6 (piridoksin) 3 dd 25 mg

B.     Obat

1.      Skopolamin : hyosiamin, scopoldern TTS (transdermal)
Zat ini dianggap sebagai yang paling efektif untuk profilaksis dan penanganan mbauk darat. Efek samping tersering adalah gejala antikolinergis umum: mulut kering, lebih jarang rasa kantuk, gangguan penglihatan , obstipasi dan iritasi kulit. Sampai 3 hari penggunaan juga mula dan muntah, nyeri kepala dan gangguan keseimbangan.

2.      Antihistaminika
Obat ini terutama digunakan untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah akibat mabuk darat serta pada gangguan tujuh keliling (vertigo).
Siklizin dan dimenhidrinat diresorpsi baik, kerjanya cepat dan dapat bertahan 4-5 jam. Meklizin baru berkerja setelah 1-2 jam, tetapi efeknya lebih lama, antara 12 dan 24 jam.
Efek sampingnya berupa perasaan mengantuk dan efek antikolinergis yang agak sering dilaporkan pada dimenhidrinat, jarang pada siklizin dan meklizin.
3.      Neuroleptika
Sejumlah neuroleptika juga berdaya anti-emetis khususnya derivate fenotiazin =, seperti perfenazin, proklorperazin, dan tietilperazin. Begitu pula derivate butirofenon. Pada proklorperazin dan lebih-lebih pada tietilperazin, efek anti emetisnya yang menonjol, sehingga digunakan khusus sebagai anti emetika pada kemo dan radioterapi. Efek samping yang terpenting adalah gejala ekstrapiramidal, efek antikolinergis, dan sedasi, yang paling ringan pada tietilperazin.
Dosis masing-masing adalah sebagai berikut:
         Haloperidol (haldol) : 2-3 dd 0,5 mg.
         Perfenazin (trilafon) : 3 dd 4-8 mg, i.m 5 mg.
         Proklorperazin (stemetil) : 2-4 dd 5-10 mg, rectal 1-2 dd 25 mg.
         Tietilperazin (torecan) : oral dan rectal 2-4 dd 6,5mg, s.c/i.m 6,5 mg sekali.

4.      Metoklopramida : primperan, opram
Derivate aminoklorbenzamida ini berkhasiat  anti emetis kuat berdasarkan pertama-tama blokade reseptor dopamine di CTZ. Disamping itu, zat ini juga memperkuat  pergerakan dan pengosongan lambung. Efektif pada semua jenis muntah, termasuk akibat radio/khemoterapi dan migraine, pada mabuk darat oat ini tidak ampuh.
Efek sampingnya yang terpenting adalah sedasi dan gelisah berhubung rintangan darah otak. Efek samping lainnya berupa gangguan lambung usus serta gangguan ekstrapiramidal, terutama pada anak-anak kecil.
Dosis : 3-4 dd 5-10 mg, anak-anak maksimal 0,5 mg/kg/sehari. Rectal 2-3  dd 20 mg.

5.      Domperidon : motilium
Senyawa benzimdazolinum ini adalah propulsivum yang berkhasiat menstimulasi peristalstik dan pengosongan lambun, selian berdaya anti emetis, digunakan pada relflux-esofagus  dan pada muntah akibat khemoterapi dan pada migraine.
Dosis : 3-4 dd 10-20 mg a.c; anak-anak 3-4 dd0,3 mg/kg, rectal anak-anak sampai 2 tahun2-4 dd 10 mg; i.m/i.v 0,1 -0,2 mg per kg berat badan dengan maksimum 1 mg/kg berat badan sehari.

6.      Ondansetron : zolfran
Senyawa carbazol ini adalah antagonis serotonin selektif (dari reseptor 5HT3). Berkerja anti emetis kuat dengan mengantagoniskan refleks muntah dari usus halus dan stimulasi CTZ, yang keduanya diakibatkan dengan pemberian dosis tunggal deksametason (20 mg/ infuse ) sebelum kemoterapi dimulai. Selain pada kemo dan radioterapi juga sering diberikan untuk profilaksis, gejala-gejala demikian setelah pebedahan ginekologi.
Efek sampingnya berupa nyeri kepala, obstipasi, rasa panas di muka dan perut bagian atas,, jarang sekali gangguan ekstra pyramidal dan reaksi hipersensitivas.
Dosis : 1-2 jam sebelum mejalankan kemoterapi 8 mg, lalu tiap 12 jam 8 mg selama 5 hari. i.v 4-8 mg (perlahan).

Jenis Obat Antimuntah Yang Lain
Obat-obatan antimuntah terdiri dari:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar